6. Daging Babi ‘Avatar’

Laporan dan foto-foto muncul bulan lalu menunjukkan daging babi yang bersinar biru, menakutkan ketika lampu dapur sudah dimatikan. Pengguna internet menyebutnya daging ‘Avatar’ dan tetap skeptis meski upaya penyelesaian dari Departemen Kesehatan Pengawasan Shanghai yang mengatakan daging babi telah terkontaminasi oleh bakteri tertentu dan masih aman dimakan jika dimasak dengan baik.

7. Bubuk Peramping Babi

China telah lama berjuang dalam perang dalam penggunaan clenbuterol steroid untuk produksi daging babi. Dikenal sebagai ‘bubuk peramping daging ,’ untuk menurunkan kadar lemak dalan daging babi. Kandungan bubuk ini dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar, diare dan berkeringat berlebihan. Kasus paling baru terjadi Maret lalu di sebuah produsen daging babi yang terdaftar di pasar saham, tetapi China telah mengakui 18 wabah keracunan makanan clenbuterol terkait antara tahun 1998 dan 2007, menurut laporan di situs Keamanan Pangan Shanghai.

8. Kotak Makanan Beracun

Pada April 2010 lebih dari 7 juta kotak makanan beracun disita di provinsi timur Jiangxi. Meskipun dilarang di 1999, kotak makanan dari gabus ini masih digunakan secara luas di China. Kotak ini akan melepaskan racun ketika dipanasi oleh makanan. Bahan kimia ini memiliki potensi pada kerusakan hati, ginjal dan organ reproduksi.

9. Minyak Goreng Selokan

Penyelidikan menyamar oleh seorang profesor dari Universitas Politeknik Wuhan Maret 2010 memperkirakan bahwa satu dari 10 makanan di China dimasak menggunakan minyak daur ulang, sering didapat dari saluran air bawah restoran. Badan Pengawasan Makanan dan Obat Negara mengeluarkan keadaan darurat nasional memerintahkan penyelidikan skandal minyak ‘selokan’ , semakin menghancurkan kepercayaan publik pada industri makanan.
Polisi memeriksa kasus minyak goreng selokan

Baca Juga  Berencana Menjelajahi Mars, China Bersatu dengan Rusia

10. Beras Cadmium

Riset yang dipublikasikan pada bulan Februari menyatakan bahwa sampai dengan 10 persen beras yang dijual di China terkontaminasi dengan logam berat, termasuk cadmium. Data dikumpulkan oleh Universitas Pertanian Nanjing menemukan bahwa masalah paling akut di provinsi Selatan, dimana di beberapa daerah 60 persen dari sampel telah terkontaminasi, beberapa sampai lima kali ambang batas.

(BU/Kumpulberita)