Fakta Tentang Korea Utara, Negara yang Terisolasi

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Jan 14, 2012 | Kategori Tahukah Kamu?, Wisata

Mungkin terlalu sedikit yang bisa diketahui oleh dunia luar tentang kehidupan masyarakat di negara Republik Rakyat Demokratik Korea. Seperti negara penganut ideologi komunis lainnya, negara yang lebih dikenal dengan sebutan Korea Utara ini pun cenderung menutup diri terhadap sorotan pers internasional. Sikap ini jelas jauh berbeda dengan negeri saudaranya yang ada di selatan, Korea Selatan.

Meskipun cenderung terisolir dari publikasi, tapi selalu saja ada orang yang berhasil mendapatkan informasi secara langsung tentang kehidupan masyarakat di Korea Utara. Misalnya seperti yang sudah dilakukan oleh Ian Scot. Blogger asal negeri Inggris ini mencoba mengunjungi 100 negara di berbagai belahan dunia. Diantara negara-negara yang dikunjunginya, Ian merencanakan tinggal atau menetap lama di 20 negara. Dan salah satunya adalah Korea Utara.

Ada beberapa hal-hal unik dan aneh tentang kehidupan masyarakat di Korea Utara yang mungkin jarang diketahui oleh dunia luar. Bagi Ian Scot sendiri, fakta-fakta itu cukup membuatnya terkejut. Adalah wajar jika kemudian ia mempublikasikannya pada personal weblog yang dikelolanya. Faktanya adalah;

Di Korea Utara tidak ada orang yang bersiul:

Bahkan dikabarkan banyak orang Korea Utara yang memang tidak bisa bersiul. Ketika Ian Scot menanyakan hal itu kepada para siswa sekolah disana, mereka menjawab bahwa bersiul adalah hal yang dianggap tabu di negara itu.

Tidak boleh menulis menggunakan tinta berwarna merah:

Di Indonesia sering juga kita menjumpai kebiasaan untuk melarang menggunakan tinta berwarna merah saat menulis. Umumnya karena dianggap tidak sopan. Tapi tinta merah di Korea Utara hanya boleh digunakan untuk menulis nama-nama orang yang sudah meninggal dunia

Chanel TV yang khusus menayangkan permainan Video Game:

Ada sebuah saluran televisi yang khusus menyiarkan sebuah permainan yang disebut dengan nama Paduk. Ini sebuah permainan yang mirip seperti permainan catur. Selain itu ada saluran TV lainnya yang hanya menayangkan kegiatan para remaja bermain video game.

Tayangan iklan di TV lebih lama:

Di negara lain, pastinya iklan berdurasi lebih cepat dari film utamanya, tapi kalau di korut sebaliknya, seperti film utama itu hanya sekedar selingan

Negara dengan banyak loudspeaker:

loudspeaker ini berada di sepanjang jalan bahkan semuanya dioperasikan seperti loudspeaker dagang, sekolah, dll.

Negara dengan Istana – Istana besar:

Pernah mendengar nama Ryugyong Hotel? Konon bangunan ini sering diolok-olok dengan sebutan The Pyongyang Ghost Tower. Sebuah bangunan setinggi 330 meter yang direncanakan sebagai hotel dan terletak di kota Pyongyang. Pembangunannya dimulai pada tahun 1987 dan karena pemerintah mengalami kesulitan keuangan, proyek ini terhenti pada tahun 1992. Dan baru pada bulan April 2008 yang lalu pembangunannya dilanjutkan lagi. Bayangkan, selama 16 tahun bangunan raksasa ini terbengkalai. Dikabarkan hotel dengan kapasitas 3.000 kamar ini direncanakan akan rampung pada tahun 2012.

Tidak menggunakan pisau:

Disana orang tidak menggunakan pisau untuk memotong bahan makanan seperti daging mereka malah memakai gunting panjang. memang terasa lucu, tapi itu masuk akal karena meotong menggunakan gunting panjang lebih mudah daripada memakai pisau.

Tidak ada mobil buatan Jepang:

Korea menjadi satu-satunya negara yang tidak memiliki mobil-mobil buatan Jepang yang berkeliaran di jalan-jalan di negara itu. Mobil-mobil buatan Negara lain pun tidak akan kita jumpai. Semua mobil harus buatan Korea Utara.

Nomor rumah yang membingugkan:

Di negara lain nomor rumah pasti berurutan misal 1,2,3 dan selanjutnya. tapi di Korut ini tidak berurutan bisa saja nomor nya dari 1,34,88 dll. ternyata nomor di korut ini sebagai umur rumah tersebut

North Korean Trafic Lady:


Foto: Ray Cunningham

Istilah Trafic Lady hanya ada di Korea Utara, khususnya di kota Pyongyang. Konon tidak ada lampu lalu-lintas di jalanan kota itu sehingga di setiap persimpangan jalan yang strategis selalu di tempatkan petugas polisi yang biasanya seorang wanita untuk mengganti tugas lampu lalu-lintas di jalanan tersebut.