Fenomena Unik Supermoon, Ukuran Bulan Lebih Besar

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Mar 19, 2011 | Kategori Unik

Malam ini, Sabtu 19 Maret 2011, Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi, sejak 18 tahun lalu. Fenomena ini disebut lunar perigee atau ‘supermoon’. Waktunya yang bertepatan dengan purnama, membuat Bulan nampak lebih terang dan lebih besar. Masyarakat Bali salah satu yang beruntung bisa menyaksikannya. Cuaca di Pulau Dewata sangat cerah, tidak ada mendung yang menutupi langit.

supermoon
Keindahan bulan saat terjadi fenomena Supermoon malam ini begitu indah dan besar, sangat jarang terjadi (Klik Gambar untuk ukuran lebih besar)

Bulan terlihat sangat terang dan lebih besar dari biasanya. Bias cahaya di pinggir Bulan nampak terang dan melebar. Bulan juga nampak lebih dekat. Orang Bali menyebut fenomena kedekatan Bulan ini dengan istilah ‘mekalangan’ atau bulan besar. Di tepi Danau Beratan, Bedugul, Bali jadi lokasi untuk melihat fenomena unik ini. Pantulan supermoon memancarkan bayangan di atas air danau. Shendy Tyara (24) pengunjung asal Kediri Jawa Timur misalnya, dirinya mengaku baru pertama kali datang ke Bedugul di saat momen yang sangat tepat.

Supermoon
Supermoon yang muncul di Makassar, Sulsel, Sabtu (19/3/2011).

TRIBUN TIMUR/MARSHUDI FIRMANSYAH

“Saya baru pertama kali kesini dengan suami, dan kebetulan momennya yang pas dengan supermoon. Saya rasa tidak rugi kesini karena memang indah sekali melihat terang bulan ditepi danau,” ujarnya, Sabtu malam, 19 Maret 2011. Dan tentu saja momen ini mendatangkan rejeki bagi para pedagang bakso, jagung bakar, dan sate kelinci.

“Biasanya kalau malam jarang ada pembeli karena memang danau biasanya dikunjungi pada siang hari saja,” ujar Kadek, salah seorang pedagang jagung bakar. Di Pura Ulundanu Beratan yang terletak ditepi danau itu pun banyak umat Hindu Bali yang melaksanakan upacara “Purnama Kedasa” atau purnama kesepuluh, dimana bulan pada hari tersebut merupakan bulan yang paling terang.

Supermoon
Fenomena Supermoon

Setiap bulan dimana terdapat bulan purnama, umat Hindu Bali selalu melaksanakan upacara “Purnama” di Pura. Fenomena supermoon juga bisa dilihat di Surabaya. “Bulan terlihat besar, bulat, dan berwarna oranye,” kata salah seorang warga, Herry Widyanto, melalui Facebook.

Sementara itu Sekitar pukul 20.00 Wita, supermoon sudah tampak di Makassar dan sekitarnya.Namun, hal itu hanya sesaat karena mendung tiba-tiba menutup sejumlah wilayah di Makassar dan sekitarnya. Puncak kemunculan supermoon diperkirakan hingga Minggu (20/3/2011) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sayangnya, Ibukota DKI Jakarta malam ini mendung.

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mengatakan, fenomena Supermoon sudah bisa di saksikan di seluruh wilayah Indonesia malam ini, Sabtu, (19/03/2011). Bulan Purnama di Makassar sudah terbit sejak magrib dan fenomena ini dapat di saksikan dengan mata telanjang karena langit di Makassar cerah. Posisi bulan sangat dekat jaraknya dengan bumi dalam kurun waktu siklus 18 tahun. Bulan hanya akan berjarak 221.567 mil atau 356.578 kilometer dari Bumi.

Fenomena Supermoon dan Bencana Alam

Fenomena alam supermoon maret 2011 ini merupakan jarak terdekat bulan dan bumi dalam kurun waktu 18 tahun. Jika dihitung kira-kira jarak antara bulan dan bumi saat kejadian supermoon atau bulan besar ini sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, fenomena supermoon sempat menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat, banyak pendapat yang menyatakan bahwa supermoon 19 Maret 2011 ini dapat membawa bencana alam besar. Pendapat tersebut diambil dari beberapa kejadian bencana alam gempa dan tsunami di dunia, salah satunya waktu gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004.

Selain kejadian bencana besar di Aceh, fenomena supermoon diklaim sebagai pemicu gempa dan tsunami di jepang pada hari Jumat 11 Maret 2011 tepat terjadi delapan hari sebelum supermoon 2011. Namun pernyataan-pernyataan seperti itu langsung dibantah oleh pihak Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

NASA melalui Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin, menjelaskan tentang fenomena alam supermoon yang terjadi di bulan maret 2011 ini. Menurut beliau, supermoon ini berbarengan dengan aktifitas bulan purnama, seperti ungkap beliau,”Bulan akan terlihat lebih besar, meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding biasanya,”

Beliau juga menambahkan permasalahan supermoon, “Efek supermoon terhadap Bumi kecil. Dan menurut studi detil para seismolog dan vulkanolog, kombinasi antara supermoon dan bulan purnama tidak mempengaruhi energi internal keseimbangan di bumi.” Secara tidak langsung beliau menyatakan bahwa walau bulan mempunyai pengaruh terhadap kondisi pasang surut Bumi, itu tidak mampu memicu gempa besar dan mematikan ataupu bencana alam besar lainnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kekuatan itu ada pada Bumi, “Bumi menyimpan energi di balik lapisan luar atau keraknya. Perbedaan daya pasang surut yang diakibatkan bulan (juga matahari) tidak cukup mendasari munculnya kekuatan besar dari dalam bumi.” Tutup beliau.

Lantas bagaimana dengan kejadian gunung meletus di Indonesia yaitu gunung Karangentang yang terletak di Kepulauan Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Gunung tersebut meletus sehari sebelum puncak dari fenomena supermoon 2011.

Sebenarnya pendapat bertentangan tentang fenomena supermoon yang terjadi pada bulan maret 2011 ini boleh saja, namun yang menentukan apakah supermoon ada hubungannya atau sebagai faktor penyebab bencana alam hanyalah Sang Pencipta Alam Semesta ini. Ilmu manusia cukup terbatas.


HaiEvent.com
Cerita Dongeng Anak

Situs Domino Terpercaya
Situs Bandarq Terpercaya