B2 Spirit AS, Pesawat Siluman dari Amerika

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Mar 24, 2011 | Kategori Unik

Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki sejumlah pesawat tempur untuk menghajar pertahanan anti-serangan udara Libya. Salah satu dipersiapkan adalah pesawat tempur pembom berteknologi Stealth atau siluman, B2 Spirit. Setidaknya tiga pesawat B2 Spirit, dan enam pilot digunakan AS menggempur Libya.

Tiga pesawat-siluman B2 Spirit disiapkan langsung dari pangkalan udara Whiteman di Missouri, Amerika Serikat menuju Libya. Dengan kemampuan jelajah hingga 10.000 kilometer tiap mengisi bahan bakar, B2 Spirit memang ditugaskan menghantam target khusus pasukan Khadafi, kemudian kembali ke ‘kandang’-nya di Missouri.

Hangar untuk B2 Spirit memang sengaja dibuat khusus. Dengan pengontrol udara yang disesuaikan, hangar khusus ini menjadi bagian dari perawatan pesawat tempur bernilai Rp 20 triliun per unitnya ini.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, B2 Spirit bertugas menghantam pertahanan Libya. Salah satu keistimewaan pesawat ini adalah mampu mengangkut hingga 8 bom GBU-37, bom yang mampu menghancurkan bunker, atau perlindungan bawah tanah.

Setelah serangan 110 rudal Tomahawk ke Libya, B2 Spirit disiapkan untuk variasi serangan udara pasukan Sekutu terhadap Libya. Pesawat tempur termahal ini bertugas menghancurkan 45 misil yang dikendalikan satelit milik pasukan Khadafi.

Wajar jika pesawat siluman ini menjadi pesawat termahal dalam sejarah penerbangan militer. B2 Spirit merupakan pembom strategis jarak jauh yang memiliki kemampuan lolos dari pantauan radar. Presisi pemboman B2 Spirit pun dikenal tepat.

Pesawat ini memiliki kapasitas angkut 2 orang. Panjang pesawat ini 21 meter, dengan lebar sayap 52 meter. Walaupun beratnya mencapai 71 ton dalam keadaan kosong, pesawat ini mampu mencapai kecepatan hingga 760 kilometer per jam.

Amerika Serikat mengembangkan pesawat ini sejak 1978 melalui program Advance Technology Bomber. Pesawat ini baru diumumkan kepada publik pada 1988. AS hanya memiliki 20 unit pesawat ini.