7 Tanda Kamu dan Dia Punya ‘Chemistry’

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Apr 20, 2011 | Kategori Tips

Banyak orang menggambarkan chemistry sebagai perasaan nyambung dengan seseorang (tidak harus kekasih). Meskipun baru berjumpa, Anda merasa sudah lama mengenalnya. Namun, tanda-tanda chemistry tidak hanya itu. Tanpa Anda sadari, Anda telah menunjukkan gejala bahwa Anda “nyambung” dengan pria incaran Anda ini. Tanda-tandanya bahkan lebih halus daripada hal semacam itu.

Anda ingin tahu apakah Anda punya chemistry dengan si dia? Amy Spencer, penulis buku Meeting Your Half-Orange: An Upbeat Guide to Using Dating Optimism to Find Your Perfect Match, membeberkan tujuh tanda bahwa Anda akan membangun hubungan yang baik dengan orang tersebut:

Anda menjadi kagok dan canggung
Anda jadi merasa canggung, lalu mengetuk-ngetukkan pensil ke meja atau mendenting-dentingkan gelas. “Ketika Anda memiliki chemistry yang serius, tubuh Anda meningkatkan produksi norepinephrine yang merupakan saraf-saraf penghubung,” ungkap Helen Fisher, PhD, ahli anthropologi dari Rutgers University. Repotnya, hal ini malah membuat Anda canggung, tidak dapat mengkoordinasikan otak dan gerakan tangan, bahkan menimbulkan kecelakaan-kecelakaan kecil yang memalukan. Menurut Dr Fisher, ini pertanda baik. Sebab bila Anda tidak peduli bagaimana anggapan si dia tentang Anda, Anda pun tak akan memedulikan kekonyolan yang dilakukannya.

Anda jadi lebih mampu melihat secara detail

Sebelumnya, Anda tidak mengamati seseorang dengan begitu detail. Namun, mendadak Anda bisa melihat bagaimana kuku jari kelingking si dia terlihat terbelah, atau ada tahi lalat kecil di lehernya. Menurut Niko Tinbergen, seorang ahli ethologi Jerman dan pemenang Nobel, hal ini terjadi karena kadar dopamin meningkat dan membuat Anda mampu menandai Pesemua hal tersebut. Penandaan ini membuat Anda fokus pada satu orang dengan lebih jelas, dan mengamati detail paling nggak penting dari diri seseorang. Segala sesuatu jadi terlihat unik dan istimewa.

Anda jadi lebih kompromis

Chemistry yang sebenarnya membuat Anda lebih melunak daripada biasanya. Jangan kaget kalau Anda lalu jadi lebih kompromis dengan teman kencan Anda ini, dibandingkan dengan orang lain. Anda tidak keberatan meskipun harus berjalan kaki lebih jauh asalkan bersama-sama si dia. Mendadak Anda sepakat menonton film-film komedi slapstick yang sebelumnya tidak Anda sukai. Atau, mencoba makanan yang sebelumnya Anda hindari.
“Saat Anda jatuh cinta, Anda lebih mudah menyerahkan batasan-batasan Anda agar dapat menyatu bersama orang tersebut,” papar Harville Hendrix, PhD, penulis buku Keeping the Love You Find.

Ruangan terlihat lebih terang daripada biasanya
Eckhard Hess, ahli biopsikologi dari University of Chicago mengatakan, ketika Anda melihat sesuatu, atau menatap seseorang yang menyebabkan perasaan menjadi positif, atau memancarkan minat khusus, pupil mata Anda melebar untuk menangkap lebih banyak gambaran tersebut. Alhasil, mata pun menangkap lebih banyak cahaya, dan ruangan pun jadi terlihat lebih terang.

Anda merasa lebih gelisah
Berulangkali mengelus lengan, menepuk-nepuk kaki, atau merasa gelisah selama kencan berlangsung, ternyata merupakan tanda baik: Anda memang menyukai pria ini. “Itu namanya gerakan perpindahan, yang Anda lakukan ketika Anda mencoba memutuskan apa yang harus Anda lakukan dengan diri Anda,” jelas Dr Fisher. “Tahu kan, ketika seseorang tersenyum pada Anda, tapi Anda tak tahu pasti harus tersenyum balik atau mengalihkan wajah, lalu Anda memain-mainkan rambut.”
Hal ini terjadi karena otak mengalami over stimulasi, yang membuat Anda mengeluarkan energi berlebih dengan sedikit merapikan penampilan. Beberapa pakar lain mengatakan bahwa meraba-raba lengan atau kaki menunjukkan keinginan bawah sadar untuk menyentuh orang yang Anda hadapi.

Lupa makan
Ketika Anda merasa punya chemistry dengan seseorang, Anda begitu terpaku pada apa yang Anda bicarakan, sampai lupa menyentuh makanan yang dihidangkan di meja. Anda sama sekali tidak memikirkan makanan, dan hal ini bukan karena Anda merasa tegang. Penyebabnya adalah meningkatnya kadar dopamin, yang memicu perasaan menginginkan. “Kadar dopamin yang lebih tinggi memberi perasaan ringan, meningkatkan energi, dan merasakan suatu ekstasi minor. Dan Anda sama sekali tidak lapar!” kata Dr Fisher.

Anda merasa punya banyak kesamaan
Anda tidak merasakan nafsu terhadap pria ini, tetapi lebih tertarik dengan berbagai kesamaan antara Anda dan dia yang Anda temukan. Chemistry yang terjadi di tempat kerja, misalnya, menurut Dr Hendrix, disebabkan pusat emosi dalam sistem limbik di otak Anda mengenali karakter si dia, yang mirip dengan karakter orang yang mengasuh Anda waktu kecil. Sebagai contoh, Anda merasa nyaman dengan humor yang dilontarkan lawan bicara Anda, karena mirip dengan cara ayah Anda berinteraksi dengan Anda.
“Kesamaan yang intens ini memicu pelepasan dopamin, yang menimbulkan perasaan ‘wow’,” tukas Dr Hendrix. Saat perasaan itu muncul, Anda pun jadi makin terpikat padanya secara fisik.

(bu/Match/kompas)


HaiEvent.com
Cerita Dongeng Anak

Situs Domino Terpercaya
Situs Bandarq Terpercaya