5 Keuntungan Dari Putus Cinta

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| May 13, 2011 | Kategori Tips

Setelah putus, Anda mungkin masih merasakan sakit hati, sedih, marah dan bingung. Di tengah perasaan yang kelabu seperti itu, rasanya mustahil untuk melihat sisi positif.

Namun saat Anda putus dengan kekasih, terdapat keuntungan tersendiri untuk Anda. Berikut lima keuntungan dari putus cinta, seperti dilansir Divine.

1. Memiliki kesempatan untuk bisa mengenal diri sendiri
Ketika Anda berpacaran, Anda harus selalu berbagi dengan kekasih dan terasa tidak memiliki kehidupan pribadi. Mungkin juga Anda menjadi pribadi yang berbeda saat berpacaran dengan mantan kekasih Anda. Ini saatnya untuk Anda mengenal diri Anda kembali. Anda pun akan mendapatkan kembali kehidupan Anda dan bisa mencintai diri sendiri sebelum Anda mencintai orang lain nantinya.

2. Anda akan menjadi orang yang lebih kuat
Saat Anda sudah bisa kembali bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalin cinta baru, bisa saja hubungan Anda akan kembali gagal. Namun, Anda akan menjadi orang yang lebih kuat dan mampu menangani masalah lebih baik.

3. Mengetahui akar masalah hubungan Anda
Setiap hubungan adalah sebuah pembelajaran. Hal ini, bisa dijadikan pelajaran untuk mengevaluasi diri dan orang yang telah bersama Anda selama ini. Anda jadi mengetahui hal positif dan negatif dari suatu hubungan. Anda dapat menganalisa kesalahan Anda, sehingga di hubungan Anda yang baru nantinya, Anda akan mendapatkan hubungan yang lebih baik.

4. Bisa kembali bergaul dengan teman-teman Anda
Saat mempunyai kekasih, tentunya Anda terfokus terhadap pacar Anda. Kini, saatnya Anda menjalin hubungan kembali dengan teman-teman Anda. Bergaul dengan beberapa sahabat, membuat Anda bisa melupakan mantan lebih cepat.

5. Memberikan kesempatan untuk Anda dan mantan untuk sama-sama menemukan cinta sejati
Mungkin Anda berpikir, akan sulit mendapatkan cinta kembali. Tapi percayalah, hal ini menguntungkan untuk Anda bisa mengenal orang baru dan menemukan cinta sejati. Keputusan Anda untuk mengakhiri hubungan tentu untuk tujuan tersebut bukan?