4 Alasan Wanita Sulit Lupakan Mantan Kekasih

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Jun 09, 2011 | Kategori Tips

Setelah putus, wanita biasanya lebih sulit menghilangkan bayang-bayang mantan dari pikiran meraka. Mereka masih memikirkan apa yang salah dalam hubungan terdahulu, bahkan tak jarang menyalahkan diri sendiri.

Umumnya sulit bagi wanita untuk cepat mencari pengganti mantan kekasih. Kenapa demikian? Berikut ini empat sebab yang membuat wanita masih suka memikirkan mantan kekasih, seperti dikutip dari She Knows.

1. Masih Menunggu Jawaban

Terkadang alasan putusnya sebuah hubungan tidak jelas. Putus tanpa alasan yang tidak jelas ini sulit untuk dilupakan. Anda akan ditinggalkan pasangan dalam keadaan bingung dan berusaha untuk mencari tahu alasan di balik semua itu. Anda bisa jadi terobsesi dengan mencari tahu alasan putus. Jika dia belum memberi kabar, jangan tunggu penjelasannya, cobalah untuk melupakannya dan melanjutkan hidup Anda.

2. Belum Bisa Memaafkan

Rasa marah karena putusnya hubungan asmara, akan membuat seseorang sulit melepaskan mantan kekasih dari hidupnya. Marah dan benci pada mantan memang sulit dihilangkan, tetapi mengusir perasaan tersebut bisa memperlihatkan seberapa kuatnya Anda. Memikirkannya hanya membuang waktu dan energi. Cobalah untuk memaafkan seburuk apapun kesalahannya, walaupun Anda dan si dia tidak akan berpasangan lagi.

3. Menyalahkan Diri Sendiri

Kadang wanita menyalahkan diri sendiri saat kekasihnya minta putus secara tiba-tiba. Sang wanita pun mencari-cari sebab kenapa dia memutuskan hubungan dan mulai berpikir kalau kesalahan ada pada dirinya. Anda merasa di situasi yang sama? Berpikirlah positif, mungkin kalian berdua memang tidak cocok atau memiliki tujuan berbeda. Jangan berpikir hubungan yang berakhir ini sebagai kegagalan Anda. Putus dari seseorang tidak membuat Anda menjadi orang yang lebih rendah.

4. Tidak Terbiasa Kehilangan

Alasan paling umum kenapa wanita sulit melupakan mantan kekasihnya, karena dia terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika miliknya pergi, maka dia akan merasa sangat sedih dan tidak siap kehilangan. Jika Anda berada di situasi ini, tidak perlu panik dengan perpisahan. Bebaskan diri Anda, cobalah sesuatu yang dapat menarik perhatian dan berhenti untuk selalu memenuhi keinginan Anda. Karena yang Anda inginkan, belum tentu yang Anda butuhkan.




fb-social