Fakta Ilmiah Minum Bir

2

Ada kesalahpahaman dalam masyarakat mengenai dampak miras jenis bir ini bagi kesehatan. Mari biarkan fakta ilmiah yang berbicara


Bir adalah minuman dengan kadar alkohol sedang. Tidak terlalu tinggi, tidak juga terlalu rendah. Mari kita tinjau apa saja yang telah kita ketahui mengenai minuman ini secara ilmiah.

  1. Bir kaya dengan silikon dan dapat mencegah osteoporosis. Hal ini karena silikon adalah unsur kunci dalam peningkatan kepadatan mineral tulang.
  2. Bir dapat membahayakan kesehatan  bila dikonsumsi oleh remaja
  3. Minum bir terlalu banyak bagi wanita dapat meningkatkan resiko kanker payudara
  4. Minum bir sebelum belajar di waktu malam tidak mempengaruhi hasil ujian besok hari. Artinya kecerdasan kamu tidak dipengaruhi oleh bir
  5. Di dalam bir terdapat senyawa anti kanker bernama Xanthohumol dan beberapa anti kanker lainnya. Mereka mampu menghambat keluarga enzim pemicu kanker yang bernama sitokrom P450 dan juga memicu aktivitas reduktase kuinon, yang membantu tubuh menetralkan kanker.
  6. Remaja yang berani mencoba meminum bir lebih cenderung bermasalah di sekolah, kecanduan alkohol, merokok dan menggunakan narkotika, ketimbang orang dewasa biasa
  7. Remaja yang meminum bir dan juga merokok lebih sering mengalami sakit kepala. Kegiatan fisik dapat menghilangkan masalah ini.
  8. Usia meminum bir pertama yang ideal adalah 21 tahun.
  9. Terlalu banyak minum bir meningkatkan kemungkinan mengalami kecelakaan fatal saat menyetir
  10. Sedikit sekali bukti yang menunjukkan kalau ibu hamil yang meminum bir dapat menyakiti janinnya. Tapi hal itu memang berbahaya untuk kandungan alkohol yang lebih tinggi dari bir. Batasnya adalah sekitar lima teguk atau setara dengan 60 gram alkohol. Selain itu, janin bisa mengalami kelainan bila bir diminum pada 13 minggu pertama kehamilan, tanpa melihat dosis ini.
  11. Merokok lebih besar kemungkinannya mendapatkan kanker kepala dan leher, ketimbang meminum bir
  12. Dari tahun 1993-2002, sekitar 2500 pemuda berusia 15-24 tahun tewas karena penyakit dan cedera akibat alkohol, sementara 100 ribu lainnya masuk rumah sakit di Australia.
  13. Minum bir dalam jumlah sedang dapat membuat tulang lebih terlindungi
  14. Minum bir dalam jumlah sedang juga tidak mengganggu produksi vitamin D pada wanita
  15. Minum bir dalam jumlah sedang juga baik untuk penyembuhan penyakit jantung
  16. Resiko stroke meningkat sementara selama satu jam setelah meminum bir

Jadi, apakah meminum bir itu bagus? Tentu saja. Bila anda tidak hamil. Dan bila anda minimal berusia 21 tahun. Serta bila anda memahami fakta-fakta ilmiah di atas

Referensi :

  1. Astrid Milde-Busch, Astrid Blaschek, Ingo Borggräfe, Florian Heinen, Andreas Straube, and Rüdiger von Kries. Associations of Diet and Lifestyle with Headache in High-School Students. Headache, June 07, 2010
  2. Casey et al. Silicon in beer and brewing. Journal of the Science of Food and Agriculture, February 2010;
  3. Charles King, Michael Siegel, David H. Jernigan, Laura Wulach, Craig Ross, Karen Dixon, Joshua Ostroff. Adolescent Exposure to Alcohol Advertising in Magazines: An Evaluation of Advertising Placement in Relation to Underage Youth Readership. Journal of Adolescent Health, 2009; 45 (6): 626
  4. Engels et al. Alcohol Portrayal on Television Affects Actual Drinking Behaviour. Alcohol and Alcoholism, 2009
  5. Grucza RA, Norbert KE, Bierut LJ. Binge drinking among youths and young adults in the United States: 1979-2006. Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, 48: July, 2009. pp 692-702
  6. Hashibe M, Brennan P, Benhamou S, Castellsague X, Chen C, et al. Alcohol Drinking in Never Users of Tobacco, Cigarette Smoking in Never Drinkers, and the Risk of Head and Neck Cancer: Pooled Analysis in the International Head and Neck Cancer Epidemiology Consortium. Journal of the  National Cancer Institute, 2007; 99: 777-789
  7. Howland et al. The effects of binge drinking on college students’ next-day academic test-taking performance and mood state. Addiction, 2010; 105 (4): 655
  8. Sandra C. Jones and Parri Gregory. The impact of more visible standard drink labelling on youth alcohol consumption: Helping young people drink (ir)responsibly? Drug and Alcohol Review, May 2009; Vol. 28, Issue 3, pp 230 – 234
  9. Simona Costanzo, Augusto Di Castelnuovo, Maria Benedetta Donati, Licia Iacoviello, and Giovanni de Gaetano. Alcohol Consumption and Mortality in Patients With Cardiovascular Disease: A Meta-Analysis. J Am Coll Cardiol, 2010; 55: 1339-1347
  10. Tucker et al. Effects of beer, wine, and liquor intakes on bone mineral density in older men and women. American Journal of Clinical Nutrition, Feb 25, 2009
  11. William C. Kerr et al. Alcohol Content Variation of Bar and Restaurant Drinks in Northern California. Alcoholism: Clinical & Experimental Research, September 2008 (online early)

Sumber: Fakta Ilmiah