Surat Terbuka untuk Nurdin Halid

Komentar

Share:facebook twitter gplus

| Jan 01, 2011 | Kategori Sports

Indonesia

Kepada Yang Mulia

Bapak Nurdin Halid

Di Tempat

Bpk Nurdin Halid Yang Mulia.

Sudah berbilang ratusan, ribuan dan bahkan berjuta anak bangsa ini, rakyat negeri ini, pencinta bola negeri ini menyuarakan aspirasi agar Bapak dengan kerelaan hati mundur sebagai Ketua PSSI. Namun Bapak masih berkeras hati bahwa Bapak akan tetap memegang jabatan ini karena Bapak menghormati demokrasi. Jadi jabatan ini harus diemban sesuai konstitusi PSSI.

Kalau itu yang menjadi kendala, mestinya Bapak harus mengaca diri dan harus belajar lagi tentang arti demokrasi kepada para pakar demokrasi yang banyak di negeri ini. Karena esensi demokrasi sejati adalah menyerap aspirasi dan tidak hanya mengacu pada apa yang tertulis, karena kadang yang tertulis itu cuma hanya sebagai prosedural yang kadang sudah tertinggal jauh dengan akselerasi aspirasi yang akan terus berkembang.

Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,

Selama Bapak mengemban amanah persebakbolaan bangsa ini sejak 2003. Tiada piala dan medali bisa didapat anak-anak negeri di bidang sepak bola. Juga tiada yang bisa dibanggakan kepada siapa-siapa dan tentang apa-apa. memang pada tahun ini Tim Nasional kita bisa berlaga di final piala AFF 2010, namun itu semua karena kerja keras para pemain dan official yang karena ingin mempersembahkan sesuatu kepada bangsa yang sudah  lama haus akan presati Tim Nasionalnya.

Jadi bukan karena presatai Bapak Tim Nasional kita bisa menggapai babak final piala AFF 2010. Bahkan intervensi Bapak yang mempolitisasi Tim Nasional di saat-saat mereka membutuhkan konsentrasilah yang menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk memboyong piala AFF yang sangat dirindukan semua penggemar bola negeri ini.

Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,

Sebenarnya bangsa ini sangat respek dan hormat kepada Bapak sekiranya Bapak bisa tahu diri bahwa Bapak telah gagal membina sepak bola negeri ini. Bangsa ini sebenarnya sangat sayang kepada Bapak karena saat Bapak mendekam di dalam terali besi tempo hari karena kasus korupsi, kursi Bapak sebagai ketua PSSI tidak ada yang mengusik. Karena kalau itu diusik selagi Bapak mendapat cobaan dan teguran dari Tuhan kala itu, niscaya beban batin dan pikiran Bapak akan bertambah.

Maka sekarang disaat Bapak sudah bebas dan disaat Tim Nasional kita lagi disayang oleh semua anak bangsa serta disaat bangsa ini masih ingat bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam tubuh persepak bolaan kita. Alangkah bagusnya kalau Bapak mengundurkan diri. Bapak akan dikenang oleh semua elemen bangsa, oleh semua anak negeri bahwa Bapak sangat elegan dan demokratis karena Bapak bersedia mengundurkan diri dari ketua PSSI.

Nama baik Bapak akan dicatat dengan tinta emas dalam dunia persepakbolaan tanah air, bukan diukir karena  organisasi sepak bola nasional yang amburadul dan dikendalikan dari balik jeruji besi.

Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,

Lebih akan terhormat lagi kalau sekiranya pengganti Bapak selepas mengundurkan diri nanti adalah generasi muda anak negeri  yang belum tercemar polusi politik dan polusi korupsi. Saya khaqul yakin bahwa banyak anak negeri ini yang pintar dan jenius dalam berorganisasi dan manajemen yang mampu mengelola dan menggerakkan persepak bolaan negeri ini untuk lebih maju dan lebih diperhitungkan oleh bangsa lain.

Untuk itu saya mohon dengan sangat dan dengan kerendahan hati sekali lagi kepada Yang Mulia Bapak Nurdin Halid untuk mundur dari Ketua PSSI. Sudah cukup PSSI Bapak pimpin selama tujuh tahun ini. Rakyat negeri ini sudah sangat merindukan prestasi bagus Tim Nasional kita, presatsi bagus Klub-klub Sepak bola kita, prestasi bagus pemain-pemain kesebelasan kita. Karena sudah berbilang tahun, berbilang windu dan berbilang dasa warsa prestasi itu lari dari dambaan kami.

Dari Kami Pencinta Sejati Sepak Bola dan Pencinta Sejati Tim Nasional,

( credit to Ahmad Mustofa )


HaiEvent.com
Cerita Dongeng Anak